Pansel Tetapkan Nama Hasil Seleksi Eselon II  Pemp

Merasa Janggal, Ada Satu Nama di Dua OPD 

Pihak Panitia Pelaksana (Pansel) dengan nomor 26/PANSEL/JPTP/2020 sudah menetapkan hasil akhir seleksi terbuka jabatan tertinggi pratama atau Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. 

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Pihak Panitia Pelaksana (Pansel) dengan nomor 26/PANSEL/JPTP/2020 sudah menetapkan hasil akhir seleksi terbuka jabatan tertinggi pratama atau Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. 

Bedasarkan keputusan panitia seleksi nomor : Kpts.25/PANSEL/JPTP/2020, maka ditetapkan 72 Calon untuk mengisi 24 Jabatan Kepala Dinas, Kepala Badan dan Kepala Biro di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. 

Dari jumlah pejabat itu. ada nama calon pejabat yang namanya tercantum di dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dia adalah Punama Irwansyah.

Calon pejabat eselon II ini tercatat  mengambil posisi Kepala Badan Perencanaan daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappenda)  dan Kepala Dinas Pangan, Tanaman pangan dan Hortikultura Provinsi Riau.

Menurut sumber informasi yang tidak mau disebutkan namanya, ada kejanggalan dan keanehan pada pengumuman nama tersebut. 

"Aneh saja  Purnama Irwansyah ada di dua Dinas. Dalam proses seleksi, kami disuruh memilih tiga Dinas. Dari pilihan tersebut, hanya satu yang bisa diambil oleh calon Pejabat tinggi pratama. Dua dan tiga pilihan diabaikan atau tidak gubris sama sekali ," kata sumber yang tak mau disebutkan namanya.

Menurut sumber terpercaya setelah memilih satu, mekanismenya adalah  membuat seperti makalah dan dikirim melalui email dan di presentasikan di depan Panitia Seleksi selama 30 menit. 

"Jadi apakah Purnama Irwansyah membuat 2 makalah dan dua kali melakukan presentasi. Saya rasa tidak mungkin. Akan tetapi kita tidak tahu, dengan keterbukaan publik seperti ini, kok bisa ada satu nama tapi bisa mengambil dua instansi," sebutnya.

Ini jelas sambungnya sangat bertentangan dengan Perturan Menteri Pendayaan Aparatur Negara (Permen PAN) No 13 Tahun 2014 pasal 3 harus jujur dan terbuka.

Sementara itu, Ketua Koalisi Indonesia Bersih (KIB) Riau, Haryadi, SE, sangat menyayangkan adanya kejanggalan yang terjadi tersebut.

“Kami menilai ada yang aneh, untuk calon jabatan pimpinan tinggi Pratama atas nama Purnama Irwansyah, lolos seleksi sebagai calon Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian. dan Pengembangan serta Kepala Dinas Pangan dan Tanaman Pangan, Hortikultura,” ungkap Haryadi, Rabu (13/5/2020).

Seleksi yang diikuti ratusan peserta itu, menurutnya, tentu mendapatkan hasil yang lebih bijaksana. Dengan kata lain, banyak nama lain yang juga layak untuk dipertimbangkan pada jabatan yang ada.

“Pertanyaan apakah secara aturan hal tersebut diperbolehkan? Kemudian  juga rasa keadilan dan kewajaran, ini yang patut kami pertanyakan. Padahal informasi yang kami peroleh setiap peserta seleksi pada tahap test kompetensi bidang/teknis makalah diminta membuat makalah untuk satu pilihan saja,” lanjutnya.

Untuk diketahui seleksi calon pejabat tinggi Pratama ada beberapa tahapan. Tahapan seleksi administrasi, ada 121 calon. 

Selanjutnya seleksi ujian lisan dan tertulis. Tahap Interview dengan assesor. Setelah itu keluar pengumuman dan dinyatakan lolos 116 orang. 

Setelah pengumuman, tahap selanjutnya calon pejabat tinggi pratama membuat makalah dan presentasi kepada Panitia Seleksi.  Dari jadwal presentasi dan wawancara. Tersisih 44 orang dari 116 orang dan diumumkan 72 orang calon pejabat tinggi pratama yang mengisi beberapa OPD di Riau.(Hen)

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar